Rabu, 25 Mei 2011

Mulianya Akhlak Rasulullah SAW

Dari Abdurrahman bin Abu Uqail radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Saya pergi sebagai utusan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kamipun mendatanginya. Kemudian kami mengetuk pintu. Pada saat itu, tidak ada seorang manusia pun yang kami benci daripada seorang laki-laki yang rumahnya akan kami masuki (maksudnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam). Akan tetapi, belum sempat kami keluar dari rumah itu hingga akhirnya tidak ada seorang manusia pun yang lebih kami sukai daripada seorang laki-laki yang kami masuki rumahnya itu. Salah seorang dari kami berkata, “Wahai Rasulullah! Kenapa engkau tidak meminta kerajaan sebagaimana nabi Sulaiman ‘alaihissalam?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa, kemudian beliau bersabda, “Semoga saja menjadi sahabat kalian lebih utama di sisi Allah dibandingkan memperoleh kerajaan Sulaiman. Sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang nabi kecuali Dia juga memberikan doa kepadanya. Dari mereka ada yang meminta dunia dengan dia tersebut, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala pun mengabulkannya. Diantara mereka ada juga yang berdoa dengan doa tersebut jika kaumnya itu melakukan maksiat dan melanggar perintahnya sehingga akhirnya mereka pun dihancurkan. Dan sesungguhnya Allah juga telah memberi doa kepadaku. Namun aku simpan di sisi Rabbku agar pada Hari Kiamat nanti dapat menjadi syafaat bagi umatku.”

Dalam suatu riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan saya adalah nabi yangmemberikan syafaat, maka saya akhirkan doa tersebut buat umatku. Dan mereka itulah (maksudnya orang-orang yang mendapat syafaat) adalah orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.” **

Golongan Yang Masuk Surga Tanpa Hisab

ari Abdullah bin Abbas r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Telah ditunjukkan kepadaku keadaan umat yang dahulu hingga aku melihat seorang Nabi dengan rombongan yang kecil dan ada Nabi yang mempunyai pengikut satu dua orang bahkan ada Nabi yang tidak ada pengikutnya. Tiba-tiba terlihat olehku rombongan yang besar, saya kira itu umatku maka diberitahu kepadaku bahwa itu Nabi Musa dan kaumnya tetapi lihatlah ke ufuk kanan dan kirimu. Tiba-tiba di sana aku melihat rombongan yang besar sekali. Dikatakan kepadaku: Itulah umatmu dan di samping mereka ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa perhitungan (hisab)." Setelah itu Nabi bangun dan masuk ke rumahnya sehingga para sahabat saling memperbincangkan orang-orang yang akan masuk surga tanpa hisab itu. Ada yang berpendapat, "Mungkin mereka adalah sahabat-sahabat Nabi saw." Ada pula yang berpendapat, "Mungkin mereka yang lahir dalam Islam dan tidak pernah mempersekutukan Allah." dan berbagai pendapat lainnya yang mereka sebutkan. Kemudian Rasulullah saw kembali dan bertanya, "Apa yang sedang engkau bicarakan?" Mereka memberitahukan segala pembicaraan mereka maka Rasulullah saw bersabda, "Mereka yang tidak pernah menjampi atau dijampikan dan tidak suka menebak nasib dengan perantaraan burung dan kepada Tuhan mereka selalu berserah diri (tawakal). Maka bangunlah 'Ukkasyah bin Mihshan dan berkata, "Ya Rasulullah, doakan semoga Allah memasukkan aku dari golongan mereka." Nabi saw menjawab, "Engkau termasuk golongan mereka." Kemudian berdiri orang lain, izin dan berkata, "Doakan semoga Allah menjadikan aku dari golongan mereka." Nabi saw menjawab, "Engkau telah didahului oleh 'Ukkasyah."
(Bukhari - Muslim)

Pelajaran Hidup

Ada dialog antara Mursyid (Guru) dan salik (murid)nya : Semoga bermanfaat dan bisa diambil hikmah, pelajaran serta bahan renungan sambil melihat ke dalam hati kita masing-masing, terutama saya pribadi :

Murid : Bagaimana pendapatmu, wahai guru mengenai persahabatan dengan orang lain?
Guru : Jika kamu jumpai orang arif dan dapat dipercaya, bersahabatlah dengannya; dan jauhilah selain itu seperti kau
           jauhi binatang buas.
Murid : Bagaimana cara ber-taqarrub kepada Allah, wahai guru?
Guru : Dengan meninggalkan dosa-dosa bathiniah.
Murid : Mengapa bathiniah, bukannya lahiriyah?
Guru : Sebab, jika kau mampu menghindari dosa-dosa bathiniah, maka yang lahiriyah akan tercegah dengan sendirinya.
Murid : Sekarang, wahai guru, dosa apakah yang paling mencelakakan?
Guru : Dosa yang tidak kamu sadari bahwa itu suatu dosa. Yan lebih celaka lagi adalah menganggapnya sutau kebajikan,
           padahal itu dosa.
Murid : Lantas, apakah ada dosa yang bermanfaat, guru?
Guru : Ada! Yaitu dosa yang selalu kau sesali, kau tangisi sampai mati, hingga tak berbuat dosa lagi. Itulah taubat
           nasuha, namanya.
Murid : Sebaliknya guru, apakah ada kebajikan yang justru akanmembinasakan?
Guru : Dialah kebajkan yang membuatmu lupa akan perbuatan-perrbuatan kejimu; kebajikan yang selalu kau ingat-ingat,
           berbangga-bangga, dan terlalu yakin hingga kau tak gentar lagi terhadap dosa yang telah kau perbuat.
Murid : Yang terakhir, mohon dijelaskan, rahmat Allah menakah yang palong menguntungkan, wahai guru?
Guru : Bilamana Allah melindungimu dari ketidakpatuhan kepada-Nya, dan menolongmu untuk taat kepada-Nya.

(diambil dari buku : "Percik-percik Kesufian by Achmad Suyuti)
Mengharapkan berkah di : Permata, malam Jum'at, 14 April 2011

Manusia Disisi Allah

Abd Allah ibn Umar ra. meriwayatkan:
Para Malaikat berkata:" Wahai Tuhan, diantara kami ada yang dekat dengan-Mu, ada yang berbaris seraya bertasbih kepada-Mu, dan seterusnya. Engkau telah menciptakan dunia untuk manusia, lalu ia makan dan minum disana. Kerena itu, berikanlah akhirat untuk kami!" Tuhan menjawab, "Aku tidak akan melakukan itu". Mereka kembali meminta hal serupa, namun Tuhan tetap menolak. Pada kali ketiga, Tuhan menjawab, " Aku tidak akan melakukannya. Aku tidak akan menyamakan orang-orang shalih dari makhluk yang Kucipta dengan tangan-Ku sendiri seperti mereka yang hanya Kukatakan kepadanya :'Jadilah!' maka jadilah. Mereka adalah hamba yang dipaksa serta dimuliakan untuk beribadah dan suci, sedangkan manusia adalah para pelayan dan para pedagang yang melakukan transaksi."

Diambil dari buku :"the Wisdom of Al Hakim al Tirmidzi"

 Ayat pendukung :
Ali Imran [3]: 83
"Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan."
Ar Ra'd [13]: 15
"Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari."
Fushshilat [41] : 11
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
At Taubah [9] : 111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Permata, 18 April 2011.

Ketakutan Imam Tamimi

Assalamualaikum wr.wb.
Sahabat sekalian, ada sebuah cerita yang sangat menarik dan menjadi pelajaran bagi perjalanan kita yang sedang mengumpulkan bekal untuk perjalanan panjang dan abadi kelak.
Kisah dari Imam Tamimi. Beliau membuat sebuah baju dan beliau sangat menyanyangi baju barunya tersebut. Tetapi karena terdesak kebutuhan, terpaksa ia harus menjualnya. Ketika baju itu ditawarkan kepada pembeli dan diamati, ternyata di dalamnya ada cela, ada bagian yang robek. Maka baju itupun dikembalikan. Tak diduga, Imam Tamimi menangis tersedu-sedu, sehingga pembeli itu terharu lantas berkata, "Jangan bersedih tuan, baju itu tetap akan akau bayar". Mendengar teguran itu Imam Tamimi menjawab, "Apakah kamu kira aku menangis kerana baju itu? Tidak! Baju itu memang baju kesayanganku, dan kamu kembalikan karena ada sedikit cela. Tapi, aku menangis karena teringat amal-amalku sejak empat puluh tahun yang lalu. Aku merasa khawatir dan takut jangan-jangan amal itu tidak diterima Allah lantaran suatu cela disebabkan tidak ikhlas".
Seorang sufi yang terkenal seperti Imam Tamimi saja menangis seperti itu ketika teingat amal-amal beliau, yang takut ada cela di mata Allah, apalagi kita, yang hanya seorang pejalan pencari kebenaran?????

Ramal Meramal

1.”Barang siapa yang datang kepada tukang ramal, kemudian bertanya tentang sesuatu dan membenarkan apa yang dikatakannya, tidak akan diterima sholatnya selama 40 hari”( HR. Muslim ).

2.”Barang siapa mempelajari salah satu cabang dari perbintangan, maka dia telah mempelajari sihir”( HR. Abu daud ).

3.dari Ibnu Mihjan, ( diriwayatkan ) dengan marfu’ :
( Nabi SAW bersabda ) : Aku kuatirkan atas umatku,sesudahku, tiga perkara : penyelewengan ( kedzhaliman ) para pemimpin; dan kepercayaan kepada bintang-bintang dan pendustaan kepada qadar”( HR. Ibnu Asakir dan di-Shahihkan As-sayuti ).

4.”ditanya Rasulullah tentang Kahin - kahin”. Beliau menjawab : “Mereka itu bukan apa- apa”, kemudian mereka ( para sahabat ) bertanya : “Wahai Rasul Allah, mereka itu berbicara tentang suatu hal yang kadang-kadang ada juga benarnya”. Maka Rasulullah menjawab : “Perkataan itu adalah hak Allah yang disambar jinn yang dipatukkan pada telinga wali-walinya, laksana patukan ayam betina kemudian mereka campur adukan yang benar itu dengan seribu kebohongan”.( HR. Bukhari ).
*aisyah memberi komentar kepada Sabda Rasulullah diatas sebagai berikut : ” Sesungguhnya para malaikat turun di mega menyebutkan hal-hal yang telah diputuskan dilangit. Maka syaitan-syaitan ( Jinn Kafir ) mencari tahu dengan pendengarannya akan hal itu, kemudian disampaikannya kepada tukang-tukang ramal”.( HR. Bukhari ).

5.” Siapa yang mendatangi Arraf, Kahin ( tukang ramal ) lalu membenarkannya, maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw”. ( HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Abu Dawud ).

6. "Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah syirik kepada Allah". Para sahabat bertanya, “Apakah penebusannya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: “Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali yang Engkau timpakan dan tidak ada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Ahmad)

“Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki
Allah, dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman."

Empat Aliran Sungai

Nabi Muhammad Saw berkata: "Sepanjang Mikrajku, aku menyaksikan sebuah kuba cahaya. Empat aliran sungai-salah satunya adalah sungai air, satu lagi madu, satu lagi anggur dan yang satu lagi susu. Semuanya mengalir dan menampakkan gelembung-gelembung air dari kubah cahaya.
Jibril berkata: "Ya Rasulullah, tidakkah Anda ingin melihat mata air dari aliran-aliran sungai ini?' Sewaktu aku mengatakan ,"Ya", kubah tersebut terbuka. Tertera di dalamnya kalimat :
Bismillahirrahmanirrohim
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
"Aliran sungai Air mengalir dari huruf Arab 'M' dalam perkataan 'bismillah'. Aliran sungai Madu dari 'H', aliran sungai Susu dari lubang di pusat huruf Arab 'M' dalam 'rahman' dan aliran sungai Anggur dari lubang pusat huruf Arab 'M' dalam 'rahim'. Ketika aku mengucapkan, 'Siapakah yang akan minum dari aliran-aliran sungai ini, Jibril?'
Allah berkata:
"Ya Muhammad, apabila setiap orang di kalangan umatmu menyebut Asma-Ku dan mengatakan 'Bismillahirrahmanirrohim' dengan niat yang ikhlas, selanjutnya di Hari Kebangkitan Aku akan mengizinkan hamba-hamba-Ku minum dari aliran sungai ini, di saat orang lain merasa kehausan. Ya Muhammad, apabila siapapun di kalangan umatmu mengambil wudhu dan mengucapkan "tidak ada tuhan selain Allah". Demi keagungan-Ku, Aku akan memberi hamba-Ku surga yang besarnya seluas bumi."

Diambil dari buku "The Idol of Universe"