Rabu, 16 Februari 2011

Wanita Penghuni Nereka



Imam Ali berkata,:Suatu hari, aku dan Fatimah melihat nabi sedang menangis tersedu-sedu.Lalu kami bertanya:”Ya Rasulallah, apa yag membuatmu menangis seperti ini? Rasulallah menjawab:”Di malam Mi’raj,aku melihat sekelompok wanita dari umatku dalam keadaan tersiksa dengan siksaan yang pedih hingga membuatku menangis. Saya melihat perempuan dalam keadaan rambutnya tergantung dan otaknya mendidih. Ada perempuan yang lidahnya terjulur dan siram dengan air neraka yang panas.Dan sebagian lagi memakan dagingya sendiri,di bawah badan mereka ada api yang menyala,dan sebagian lagi kaki dan tangan dalam keadaan terikat,sedangkan ular dan kalajengking mengelilinginya, Dan wanita yang lainnya dalam keadaan tuli dan bisu dan dia ditaruh dalam peti yang penuh dengan api yang menyala.Otaknya keluar dari hidungnya dan badannya robek-robek sampai terpisah dari tulangnya.Dan banyak lagi siksaan-siksaan yang aku lihat di sana.

Lalu Sayyidah fatimah bertanya,”Ya Rasulallah, mengapa mereka di siksa oleh Allah SWT sedangkan mereka adlah wanita-wanita yanh beriman?”Rasulallah menjawab: “ Wahai anakku, wanita yang digantung rambutnya, adalah wanita yang tidak memakai hijab, wanita yang lidahnya terjulur adalah wanita yang menyakiti suaminya, wanita yang susunya di gantung adalah wanita yang tidak mau tidur dengan suaminya, wanita yang kakinya di gantung adalah wanita yang keluar dari rumah tampa seizin suaminya,Wanita yang memakan dangingnya sendiri adalah wanita yang merias dirinya untuk orang lain ,wanita yang kakinya diikat dan di kelilingi ular dan kalajengking adalah wanita yang shalat dengan pakaian najis serta tidak mandi setelah haid atau senggama,wanita yang tuli dan bisu adalah wanita yang berbuat zina dan anak-anaknya di serahkan pada suaminya,wanita yang menggunting badanya sendiri adalah wanita yang membanggakan diri sendiri pada orang lain,wanita yang badannya dan mukanya terbakar dan dia memakan ususnya serta semua isi perutnya adalah wanita yang menyuruh orang lain berbuat zina,wanita yang kepalanya kepala babi dan badannya badan keledai adalah wanita yang suka berbohong dan mengadu domba, dan wanita yang bermuka anjing dan api masuk dari belakang dan keluar dari mulutnya adalah wanita yang suka menyanyi."

Ketika sayyidah Zahra di rumah merasa sangat repot dan lelah mengurus rumah tangganya beliau dan Ali kwj datang kepada Rasullullahuntuk  meminta pembantu. 
Rasullah bersabda, “Wahai anakku, takutlah kamu pada Allah dan kerjakanlah perintah-perintah ilahi. Kerjakanlah semua pekerjaan rumahmu, uruslah urusan suami dan anak-anakmu dan ketika engkau hendak tidur, bacalah tiga puluh tiga kali subhanallah dan tiga puluh tiga kali Alhamdulillah dan tiga puluh empat kali Allahu Akbar yang mana zikir ini baik untukmu. Dan lebih baik dari seorang pembantu kau akan mendapatkan kekuatan dari zikir tersebut.”. Kemudian sayyidah Zahra berkata, “Saya rela dan ridha dari ketentuan Tuhan dan RasulNya.”  Suatu hari Rasulallah melihat seorang perempuan yang sedang mengeluh dan gemetar .lalu Rasul bertanya, “ mengapa kau mengeluh dan gemetar?” Perempuan itu menjawab,” Ya rasulallah ,sakit ini menyiksaku sehingga membuat aku mengeluh dan gematar.” Lalu Rasulallah menjawab,” Janganlah kau mengeluh karena sakitmu. Sebab,sakit inilah yang menghilangkan atau menghapus dosa-dosamu.”
Suatu hari Aisyah datang menghadap nabi dan bertanya:’ Ya rasulallah ,siapa yang paling berhak terhadap seorang perempuan”, Nabi menjawab:” Suaminya”, Aisyah bertanya: “ siapa yang paling berhak terhadap seorang lakii-laki”Nabi menjawab:”Ibunya”Dalam suatu riwayat Muaz bin Jabal datang dari syam lalu dia sujud dihadapan rasulallah. Rasulallah bertanya:” Apa yang sedang kamu lakukan”. Muaz menjawab:” Ini adalah adat buat kami, apabila seorang pemimpin datang, kami harus bersujud kepada pemimpin tersebut, dan akupun ingin bersujud padamu ya Rasulallah. Lalu Rasulallah bersabda:”Janganlah kalian bersujud terhadap sesama manusia.Dan seandainya sujud terhadap manusia itu di perbolehkan, maka aku akan memerintahkan perempuan untuk sujud pada suaminya. Dan aku bersumpah atas nama Allah tidak ada perempuan yang mengerjakan hak Allah kecuali dia mengerjakan hak-hak suaminya”.          

Sabtu, 12 Februari 2011

Begini Beliau Mencontohkan Islam

Suatu hari ada seorang pemuda datang menemui Rasulullah (yang ketika itu para sahabat beliau sedang berada disekitarnya), tiba-tiba pemuda itu berkata dengan suara lantang: Ya Rasulullah ! Aku suka zina… belum sempat ia meneruskan kalimatnya, tiba-tiba sebagian para sahabat serentak berdiri ingin memberikan pelajaran berharga pada pemuda itu, namun Rasulullah mencegahnya dan mengatakan sesuatu pada pemuda itu, sambil memenggilnya beliau bersabda: “Wahai anak muda kemarilah dan ceritakan apa yang engkau alami, kemudian pemuda itupun berkata: “Ya Rasulullah ! Aku adalah seorang yang senang sekali melakukan perbuatan zina, sehari atau dua hari aku menaiki tembok tetangga sebelahku dan akupun berbuat zina dengan perempuan yang ada di rumah tersebut…

Kemudian Rasulullah menanyakan sesuatu kepadanya: Wahai anak muda! Apakah engkau memiliki saudara perempuan? Ia menjawab: Iya, Apakah engkau memiliki seorang ibu, Rasulullah bertanya kembali, Ia menjawab: iya, Rasulullah melanjutkan pertanyaan beliau: Apa dan bagaimana perasaan kamu jika saudara perempuanmu atau ibumu diperlakukan orang lain sebagaimana engkau melakukannya pada tetanggamu, apakah engkau mengizinkannya? Pemuda itu menjawab: Tentu tidak ya Rasulullah, aku akan menghajar siapa saja yang berani melakukan hal itu terhadap mereka? Lalu Rasulullah meneruskan sabdanya: Kalau begitu, mengapa engkau melakukan sesuatu yang jika hal itu terjadi pada keluargamu, kamu tidak mengizinkannya, akan tetapi engkau memperbolehkannya untuk dirimu sendiri? Kemudian si pemuda itu meminta jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang ia hadapi.

Kemudian Rasulullah mendoakannya sambil tangan beliau mengusap ke bagian dada pemuda tersebut, beliau bersabda: “Ya Allah hilangkanlah dan cabutlah dari akarnya keinginan pemuda ini untuk melakukan zina dan jadikanlah kecintaan di dalam hatinya untuk berbuat baik.

Kemudian pemuda tadi merasakan sesuatu yang lain dalam dirinya dan berkata: Ya Rasulullah pertama kali aku masuk dan menemuimu perbuatan zina adalah sesuatu yang paling aku senangi dan sekarang aku keluar dari majlismu dalam keadaan perbuatan zina adalah sesuatu yang paling aku benci. Kemudian pemuda itupun keluar dari majlis tersebut. Pada saat itu Rasulullah berpaling kepada para sahabat beliau dan bersabda: “Jika kalian tadi memukulinya apa yang akan terjadi, pemuda itu akan tetap melakukan perbuatannya yang keji itu dan akan membenci agama yang kalian anut".



Jika Kanjeng Rasululllah Saw yang mulia itu mencontohkan indahnya Islam seperti kisah diatas, lantas apa yang kita saksikan pada hari kini sangat memilukan.
Sang Kekasih Allah itu, Yang paling dekat dan paling tahu kehendak Robbnya mengajarkan kasih sayang dan keindahan akhlak yang semulia ini, entah bagaimana jauhnya apa  yang Beliau ajarkan dengan yang kita amalkan....Masya Allah..
Bahkan diakhir hanyat Beliau sekalipun Beliau sudah menghawatirkan keadaan umatnya, rupanya hal ini benar benar terjadi di masa sekarang ini.
Hanya sholawat  kami semoga tercurah kepada Junjungan semesta alam, semoga kita bisa meneladani keindahan akhlak Uswatun Hasanah kita, kita bisa belajar mengenal akhlak Beliau sebagai usaha untuk memperbaiki diri sendiri...


"Mensyukuri kehadiran Beliau Saw dimuka bumi ini"
13 Feb '11 / 11 Rabiul Awal 1432 H

Senin, 07 Februari 2011

Surga dan Neraka Sudah Ditetapkan Penghuninya

Ingin diam sejenak merenungi apa yang sudah diajarkan dari sebuah hadist Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Berharap mendapat pemahaman dari hadist tersebut sebagai bekal perjalanan dan berharap menjadi cahaya bagi orang tua dan anak-anakkku kelak.

Sebelum seorang anak manusia dilahirkan ke dunia, Kanjeng Nabi mengajari bagaimana cara memilih calon ibu bagi keturunannya:
Rasulullah SAW mengatakan, "Perempuan itu dipilih karena empat hal, yaitu pertama karena hartanya, yang kedua karena keturunannya, yang ketiga karena kecantikannya, dann yang keempat adalah karena agamanya.Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat." (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bahkan, sebelum melakukan "penyemaian", Beliau menganjurkan untuk terlebih dahulu melakukan "ritual" dari mulai wudlu, sholat dan berdoa. Hai ini benar-benar berharap hasil dari "persemaian" tersebut mendapat benih yang unggul sebagai "anak sholih yang mendoakan orang tuanya kelak"“Bismillah, ya Allah, jauhkan syaithan dari kami, dan jauhkan syaithan dari apa yang engkau anugerahkan kepada kami.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang doa ini, “Apabila Allah menakdirkan keduanya untuk mendapatkan anak, maka anak itu tidak akan mendapatkan kemudharatan dari syaithan selamanya.” (HR. Al-Bukhari dan Ashabussunan kecuali An-Nasa’i).

Bahkan, sebelum melakukan "penyemaian", Beliau menganjurkan untuk terlebih dahulu melakukan "ritual" dari mulai wudlu, sholat dan berdoa. Hai ini benar-benar berharap hasil dari "persemaian" tersebut mendapat benih yang unggul sebagai "anak sholih yang mendoakan orang tuanya kelak"Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Dari Syafi Al-Ashbahi dari Abdullah bin Amr, ia bercerita.
Rasulullah pernah keluar menemui kami dan di tangannya terdapat dua kitab. Lalu beliau bertanya, “Tahukah kalian dua kitab apa ini?”
Kami menjawab, “Tidak, kecuali engkau memberi tahu kami, ya Rasulullah.”
Untuk kitab yang berada di tangan kanannya beliau bersabda, “Ini adalah kitab dari Tuhan semesta alam Tabaraka wa ta’ala yang mencatat nama-nama para penghuni surga dan nama-nama orangtua mereka serta kabilah mereka. Kemudian Dia menetapkan dengan tidak menambah atau mengurangi selama-lamanya.”
Sedangkan untuk kitab di tangan kirinya beliau bersabda, “Ini adalah kitab untuk para penghuni neraka yang mencatat nama-nama mereka dan juga nama-nama nenek moyang mereka. Lalu Dia menetapkannya dengan tidak menambah atau mengurangi dari mereka untuk selama-lamanya.”
Kemudian para sahabat Rasulullah saw.bertanya, “Lalu untuk apa kita beramal jika itu tidak ada manfaatnya?”
Rasulullah saw. menjawab,
“Teguhkan dan dekatkan lah, karena penghuni surga telah ditetapkan baginya amal penghuni surga, meskipun ia berbuat amalan apa saja. Sedangkan penghuni neraka telah ditetapkan baginya amal penghuni neraka meskipun ia mengerjakan amalan apa saja.”
Lalu Rasulullah saw. mengangkat tangannya seraya menuturkan, “Golongan ini masuk surga.” Kemudian beliau mengangkat tangan kirinya seraya berujar, “Dan golongan ini masuk neraka.”
[Diriwayatkan Imam Tarmidzi dari Qutaibah dari Laits Abu Qubaili dari Syafi. Dan dari Qutaibah dari Bakr bin Nashr dari Abu Qubail. Dalam Hal ini Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih gharib. Juga diriwatkan Imam Nasa’i dan Imam Ahmad.]
Melalui proses panjang dari sebuah kesempatan dipinjami-Nya kehidupan di dunia ini, manusia yang sejak lahir dibekali hawa nafsu, syahwat dan syaithan yang setiap saat menggelincirkan kita dari jalan Allah, maka banyak manusia yang tidak memahami dan tidak mengenali kembali takdir yang sudah diikatkan di lehernya [7] :172.
Diantara manusia yang ada, hampir semuanya sesat, kecuali yang Allah berikan kepadanya petunjuk, memiliki banyak kemauan, harapan dan cita-cita, baik itu berdasarkan sesuai dengan "jati diri"nya atau sesuai dengan keinginan hawa nafsu dan syahwatnya atau syaithan punya peran dalam perjalanan hidunya, sehingga manusia itu tidak lagi bisa berjalan di jalan yang Allah kehendaki atas dirinya.
Maka, jika Allah menghendaki sebuah kebaikan bagi seseorang, atau untuk mengembalikan seseorang itu ke tempat asal jiwanya diambil, maka diturunkan-Nya "bala" agar orang itu dimurnikan kembali keadaannya sampai sebuah titik semula ketika dia dilahirkan dimuka bumi ini.
Sebuah proses pembersihan, yang tidak ada sebuah hawa nafsu manusia dimanapun yang mengatakan proses itu baik atau nyaman, misalnya dengan dikirimkannya rahmat itu berupa penyakit atau bala yang lainnya.Tapi Dia Yang Maha Baik dan Maha Mengetahui kebaikan bagi makhluk-Nya menurunkan sarana tersebut sebagai sarana "pembersihan".
Demikian juga bagi golongan kiri, sebaik apapun kondisi lahiriyah orang tersebut, tetap Allah akan menigirmkan mekanisme "saringan" sebagai suatu cara untuk dia dikembalikan ke titik asalnya. Dengan dicabutnya kesabaran pada orang tersebut, sehingga yang keluar dari hati dan mulutnya adalah "keluhan"
Maka, betapa Dia Maha Mengatur dan Maha Mengetahui dimana posisi kita........

Maka, tidak ada kalimat yang terucap selain :
“HasbunalLâh Wani’mal-Wakîl”, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS. 3:173)
Fa "Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr",Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong . (QS. 22:78)
LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH (TIDAK ADA DAYA DAN UPAYA KECUALI DENGAN PERTOLONGAN ALLAH) ...

Permata, Selasa, 8 February 2011

Minggu, 30 Januari 2011

Kisah Murid Syekh Junaid ( 2 )


Seorang murid mengira bahwa dirinya telah mencapai derajat kesempurnaan. "Oleh karena itu lebih baik aku menyendiri", ia berkata di dalam hatinya. Maka pergilah ia mengasingkan diri di suatu tempat dan untuk beberapa lamanya berdiam di sana. Setiap malam beberapa orang yang membawa seekor unta datang kepadanya dan berkata: "Kami akan mengantarmu ke surga". Maka naiklah ia ke atas punggung unta itu dan mereka pun berangkat ke suatu tempat yang indah dan nyaman, penuh dengan manusia-manusia gagah dan tampan, di mana banyak terdapat makanan-makanan lezat dan anak-anak sungai. Di tempat itu ia tinggal hingga fajar, kemudian ia jatuh tertidur dan ketika terjaga ternyata ia berada di kamarnya sendiri kembali. Karena pengalaman ini, ia menjadi bangga dan angkuh. "Setiap malam aku diantarkan ke surga", ia membanggakan dirinya. Kata-katanya ini terdengar oleh Junaid. Junaid segera bangkit dan datang ke tempat di mana ia mendapatkan muridnya itu sedang berlagak dengan sangat angkuhnya. Junaid bertanya apakah yang telah dialaminya dan si murid mengisahkan seluruh pengalamannya itu kepada syeikh. "Malam nanti apabila engkau diantarkan ke sana", Junaid berkata kepada muridnya itu, "ucapkanlah: La haula wa laa quwatta ila billahi aliyul azhim (Tiada kekuasaan dan kekuatan kecuali pada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar)"
Malam itu, seperti biasanya si murid diantarkan pula ke tempat tersebut. Dalam hatinya ia tidak yakin terhadap perkataan syeikh Junaid, tetapi ketika sampai di tempat itu, sekedar sebagai percobaan ia mengucapkan: 'La haula wa laa quwatta...." Sesaat itu pula orang-orang yang berada di tempat itu meraung-raung dan melarikan diri. Kemudian terlihatlah olehnya bahwa tempat itu hanyalah tempat pembuangan sampah sedang dihadapannya berserakan tulang-tulang binatang. Setelah menyadari kekeliruannya itu, si murid bertaubat dan bergabung dengan murid-murid Junaid yang lain. Tahulah ia bahwa menyendiri bagi seorang murid adalah bagaikan racun yang mematikan.


Referensi: Fariduddin Al-Attar, Warisan para Awliya

Kisah Murid Syekh Junaid ( 1 )

Salah seorang murid Junaid menyendiri di sebuah tempat yang terpencil di kota Bashrah. Suatu malam, sebuah pikiran buruk terlintas di dalam hatinya. Ketika ia memandang ke dalam cermin terlihatlah olehnya betapa wajahnya telah berubah hitam. la sangat terperanjat. Segala daya upaya dilakukan untuk membersihkan wajahnya tetapi sia-sia. Sedemikian malunya dia sehingga tidak berani menunjukkan mukanya kepada siapa pun. Setelah tiga hari berlalu, barulah kehitaman wajahnya kembali normal sedikit demi sedikit.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya. "Siapakah itu", ia bertanya.
"Aku datang untuk mengantar surat dari Junaid", sebuah sahutan dari luar.
Si murid membaca surat Junaid. "Mengapa tidak engkau jaga tingkah lakumu di hadapan Yang Maha Besar. Telah tiga hari tiga malam aku bekerja sebagai seorang tukang celup untuk memutihkan kembali wajahmu yang hitam itu".

Referensi: Fariduddin Al-Attar, Warisan para Awliya

Kamis, 27 Januari 2011

8 Tanda Taubat Diterima


Nabi Muhammad SAW berkata kepada para sahabatnya, “Tahukah kalian siapakah orang yang benar-benar bertaubat?” Para sahabat menjawab, “Allah Ta’ala dan Rasul-Nya lebih mengetahui” Maka bersabdalah Nabi Muhammad SAW:
1. “Barang siapa bertaubat sedang ia tidak mempelajari ilmu, maka ia bukanlah orang yang bertaubat
2.  Barang siapa bertaubat sedang ia tidak bertambah tekun ibadahnya, maka ia bukanlah orang yang bertaubat
3.  Barang siapa bertaubat sedang ia tidak berusaha membuat musuh-musuhnya ridha, maka ia bukanlah orang yang bertaubat
 4. Barang siapa bertaubat sedang ia tidak mengubah pakaian dan perhiasannya, maka ia bukanlah orang yang bertaubat
5.  Barang siapa bertaubat sedang ia tidak mengganti sahabat-sahabatnya, maka ia bukanlah orang yang bertaubat
6.  Barang siapa bertaubat sedang ia tidak mengubah akhlaknya, maka ia bukanlah orang yang bertaubat
7.  Barang siapa bertaubat sedang ia tidak melipatkan kasur dan tikarnya, maka ia bukanlah orang yang bertaubat
8.  Barang siapa bertaubat sedang ia tidak menyedekahkan kelebihan dari apa yang di tangannya, maka ia bukanlah orang yang bertaubat
Apabila tanda-tanda ini telah tampak nyata pada diri seorang hamba, maka ia telah benar-benar bertaubat!”
( Hadist Nabi Muhammad SAW dari Abdullah bin Mas`ud ra. )

Rabu, 26 Januari 2011

TAUBAT

 

A. Ayat-ayat tentang taubat:
Allah Ta'ala berfirma

“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Az-Zumar: 53).

“Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampunan kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa’: 110).

“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Asy-syuura: 25).

“Orang-orang yang mengerjakan kejahatan kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu, sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-A’raf: 153).

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nur: 31).

“Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepadaNya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Maidah: 74).

“Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (At-Taubah: 104).

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (At-Tahrim: 8).

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beramal shaleh kemudian tetap di jalan yang benar.” (Thaaha: 82).

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (Ali-Imran: 135-136).

Dalam hadits disebutkan:
(( مَا أَصَرَّ مَنِ اسْتَغْفَرَ وَإِنْ عَادَ فِيْ اليَوْمِ سَبْعِيْنَ مَرَّةً )) رواه أبو يعلى وأبو دادود والترمذي والبزار، وحسنه ابن كثير في تفسيره جزء 1 ص 408.
“Tidaklah dianggap melanjutkan perbuatan keji orang yang memohon ampun, meskipun dalam sehari ia ulangi sebanyak 70 kali.” (HR. Abu Ya’la, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Al Bazzar dalam musnadnya, Ibnu Katsir mengatakan: hadis hasan; tafsir Ibnu Katsir, 1/408.

B. Hadits-hadits tentang taubat:
1. Rasulullah bersabda:
(( يَاأَيُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ فَإِنِّيْ أَتُوْبُ فِيْ اليَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ )) رواه مسلم.
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim).
2. Abu Musa meriwayatkan dari Rasulullah :
(( إِنَّ اللهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ فِيْ النَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا ))
“Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar bertaubat orang yang berbuat jahat di siang hari dan Dia membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar bertaubat orang yang berbuat jahat di malam hari, sehingga matahari terbit dari barat (Kiamat).” (HR. Muslim).
3. Rasulullah bersabda:
(( مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللهُ عَلَيْهِ)) رواه مسلم.
“Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat niscaya Allah menerima taubatnya.” (HR. Muslim).
4. Rasulullah bersabda:
(( إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ العَبْدِ مَالَمْ يُغَرْغِرْ )) رواه الترمذي.
“Sesungguhnya Allah menerima taubat seseorang hamba, selama nyawanya belum sampai di kerongkongan.” (HR. At-Tirmidzi, dan ia menghasankannya).
5. Dari Ibnu Abbas , ia berkata, Rasulullah bersabda:
(( مَنْ لَزِمَ الاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضَيْقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ )) رواه أبو داود.
“Barangsiapa senantiasa beristighfar, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya kelapangan dan untuk setiap kesempitannya jalan keluar, dan akan diberi-Nya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Daud)(1 ).
6. Anas meriwayatkan, aku mendengar Nabi bersabda, Allah berfirman:
قَالَ الله تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِيْ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِيْ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكْ بِيْ شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً )) رواه الترمذي.
“Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau memohon dan mengharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dosa-dosamu yang lalu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu sampai ke awan langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan dosa-dosa sepenuh bumi dan kamu menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, niscaya Aku datangkan utukmu ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata: hadits ini hasan).